Ada kesalahan di dalam gadget ini

Rabu, 02 Februari 2011

Jiwa yang Sesat (Puisi)

Jiwaku yang lara menembus cakrawala

Merambat kedalam sukma Sang malam

Hening …………

Sunyi ……………

Kelam ……………


Tak ada yang menuntunnya dalam kesesatan

Hanya jerit pilu tanpa sahutan

Menggapai dalam kelam

Meraba dalam hening


Tertawa dalam kesesatan jiwa, hanya desahan yang terdengar

Menjerit dalam tangis hingga air mata telah habis

Darah megalir bergemuruh, bertarung dengan waktu


Nafsu telah merasuk dalam sukma

Berkecamuk dengan dosa yang meramu diri

Hati menjerit lirih tak dapat menagis ……


Diri menagis dalam gemuruh petir

Air mata menetes bersama hujan

Jiwa tersesat mencari Sang Pencipta



Oleh : Amel

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar