Ada kesalahan di dalam gadget ini

Kamis, 04 Agustus 2011

Di Sebuah Rumah

Resah termangu Gadis di temaram lampu kamar

Bayangan yang selalu menakutkan

terbirit-birit di benaknya


Gadis menangis

Ibu terkapar di ranjang

menerawang dalam mata cekungnya

Mengeluarkan obat sekian lama

sampai terhenti batasnya


Ibu bingung

Setiap sore Bapak pulang

membawa sejumput kemarahan

yang disimpannya di balik pintu


Bapak dendam

Genting memberi celah tetesan hujan

masuk dalam baskom alumunium

Bunyinya berirama

Itulah kisah musikalisasi drama

yang dimainkan oleh Gadis

sebagai anak yang hamil di luar nikah

akibat pergaulan bebas


Ibu yang tercekik lehernya karena beban ekonomi

Dan Bapak berperan sebagai seorang bisnisman

yang selalu kalah dalam persaingan bursa saham

Serta untuk aransemen musik

diiringi oleh genting retak, tetesan hujan,

dan baskom alumunium

Selain itu, acara ini di dukung penuh oleh liberalisme dan kapitalisme

Semoga anda enggan menontonnya



Oleh : Farah Pramudita

Tidak ada komentar:

Posting Komentar