Ada kesalahan di dalam gadget ini

Senin, 09 Januari 2012

Korupsi, Korupsi, dan Korupsi


Korupsi, Korupsi, dan Korupsi

Jangkiti urat nadi negeri misteri

Tak tau siapa kawan, siapa lawan

Tak kenal siapa pahlawan, siapa keladi

Membusuk ditelan obral manis janji

Entah siapa harus dipuji

Entah siapa harus maki

Sudahlah, tak penting untuk dicari

Semua hanya dagelan politik banci


Pekat, Hitam, dan Abu-abu

Rasa-rasanya Koruptor semakin tak tau malu

Unjuk gigi di ketiak hukum nan kemayu

Menyulut pitam amarah rakyatmu

Bakar diripun murah tersaji pilu

Teriakkan serapah korupsi penggal harga mati

Sebelum urat sabar hancurkan dinding tirani


Lawan, Pancung, dan Hancurkan

Sepertinya bui tak lagi menakutkan

Bagi koruptor atau segelintir penikmat jabatan

Sekadar suap cukuplah ringankan hukuman

Rekening gendut semakin tak karuan

Dibagi rata lirikan mata, senilai proyek muluskan jalan




Oleh : Sang Penyair

Tidak ada komentar:

Posting Komentar