Ada kesalahan di dalam gadget ini

Selasa, 28 September 2010

Kantuk


Melintasi bilik malam di pasar kebayoran lama
Berteman air mata gerimis jatuh mengiris


Tak ada sepi meski telah berganti pagi
Penuh sesak penjaja sayur dan buah segar
Tersuguh acak di antara himpitan pemilik lapak

Rasanya kantuk semakin membujuk
Sudahi letih sisakan suntuk

Semoga istirahatku lelap dilebur mimpi
Antar jiwa ini bersua embun pagi
Atau sekadar hangatnya rona mentari
Amien...



Oleh : Sang Penyair

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar