Ada kesalahan di dalam gadget ini

Minggu, 13 November 2011

Hadapilah


Kasihan kau wahai si miskin

Terjal dan kotor menemani jalanmu

Paluh dan keringat menemani badanmu

Terik dan dingin menemani aktivitasmu


Jika shubuh datang,

Kau berlari meninggalkan tidur nyenyakmu

Jika malam datang,

Kau pun bingung hendak kemana bermalam


Kasihan kau wahai si miskin,

Tak pernah kau rasakan istana-istana mewah

Jua, pakaian-pakaian indah penutup tubuh


Oh ya, aku lupa

Kau kan si miskin

Yang dapat tunjangan namun tak sampai

Aku ingat,

Kau kan orang-orang yang tak dianggap

Tak penting dan tak berarti



Oleh : Nurlaila Khairani

Tidak ada komentar:

Posting Komentar