Ada kesalahan di dalam gadget ini

Minggu, 02 Mei 2010

Guruku Sayang (Puisi)

Senja di batas usiamu

Menerawang dalam rentetan tawa manusia
Menjamahi manisnya riang penuh jenaka
Meski tak sempurna, namun selalu berlabuh bahasa hidup

Mengerti kenakalanku dengan kesabaranmu
Memahami kemalasanku dengan nasihat darimu
Mengajari kebodohanku dengan pelajaran darimu
Tak sebanding keringat basah jiwamu yang resah
Memupuk harap pada guratan kapur-kapur putih di tanganmu
Bahwa diriku, jadilah pelita bangsa di suatu masa
Tak seperti kerutan makna wajahmu yang menua
Bahwa diriku, penuhilah mimpi dengan berjuta prsetasi

Duhai guruku sayang...
Meski tak pernah ku bertanya pada senja usiamu kini
Namun ku mengerti,
Sungguh berarti makna hidup yang pernah kau beri
Meski tak sempat kau bagi waktu bersama petuah bijakmu dahulu
Namun ku mengerti,
Sungguh mulia perjuangan tanpa balas jasamu

Kini hanya bisa ku rajut mimpi-mimpi
Dengan segenap bayang jalan hidupku
Yang pernah kau taburi ejaan manis buku-buku pelajaran
Kini ku ingin mengerti semua harapanmu itu
Dengan seluruh rasa terima kasihku untukmu
Yang pernah kau nasihati kapur debu di tanganmu
Hingga suatu saat nanti,
Ku bawakan dunia di pangkuan pengabdianmu


*Memperingati hari Pendidikan Nasional, didedikasikan untuk semua guru-guruku....

(Penyair Cinta)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar