Sabtu, 17 September 2011

Biskota Mini

Biskota mini

Antar rindu menuju teras dan pintu rumah


Seperti biasa…

Petikan gitar mulai merayu

Menyapa sudut diam terpaku

Dendangkan bait lagu syahdu

Demi terdiam isi lambung


Tak lupa penjaja dahaga

Tawarkan dingin sebotol Aqua

Atau si rewel penjual buah

Berharap pulang bawa rupiah


Berteman debu jalanan

Dan aroma keringat seharian

Berdiri pun tak jadi pikiran

Asalkan selamat hingga tujuan




Oleh : Sang Penyair

Sabtu, 10 September 2011

Resah Harimu

Rinai hujan basuh semesta

Elok berbaris lukiskan jiwa


Terkadang rindu lama tak jumpa

Terkadang benci menyatu rasa

Meski sekedar butiran air dahaga


Kembalilah pada gubuk cinta-Nya

Damaikan resah harimu yg lelah

Sejenak saja mengadu gundah

Di malam sunyi hamparkan doa di atas sajadah



Oleh : Sang Penyair

Selasa, 06 September 2011

Dia Perempuan menjadi penguasa antah berantah

Dia Perempuan menjadi penguasa antah berantah

Ke hilir hati mengayuh tuntutan pasang surut pantai

Lihatlah kebunnya kerontang dimamah matahari

Sebulan merantau ke sebrang berbekal seikat garam

Seisi dunia telah direngkuhnya

Mendepak Alquran Hadits jauh-jauh

menjadi pajangan istana

Maka yakinlah kepadaku ujarnya

Ikutlah bersama beburung memetik padi dan kapas

Berteduhlah di bawah pohon

yang berkarya memintal pita berantai

Ajak dulu anaknya mengejar kupu-kupu

Katakan ibunya dilantik

menjadi penguasa antah berantah



Oleh : Farah Pramudita

Senin, 05 September 2011

Aku Perempuan Berbaiat Pada Rasulullah

Aku Perempuan Berbaiat Pada Rasulullah

Dimuliakan oleh syari’ah

Dijaga dari kehinaan merendahkan jiwa

Jika tulang rusukku sudah pada ketetapan dengan diam surga akan terbuka

Menyambut baiat dibaluti kepatuhan

Jangan menyekutukan Allah

Jangan niyahah

Aku telah mendengar takbirku tanpa harus memakai baju perang


Buku “Kiprah Politik Perempuan” hal 28-30

Hizbut Tahrir Indonesia

2007 M



Oleh : Farah Pramudita