Rabu, 06 Juli 2011

Pada Semesta Cinta-Mu

Langit fajarku yang cerah
Gontai beranjak pergi melangkah
Menunggu mentari lekas merekah
Bangunkan bumi sudahi lelah


Saatnya raga mencumbu pagi
Menuntun jiwa merangkai imaji
Dengan syukur dan sabar pada ilahi
Ringankan jalan menapaki mimpi


Tuhanku yang Maha Perkasa
Ku harap Engkau selalu bertahta
Menjaga kalbu tak lekang usia
Berkhidmat kukuh pada semesta cinta-Mu



Oleh : Sang Penyair

Selasa, 05 Juli 2011

Tumbal Politik

Gelisah dan amarah

Seperti kudapan yang harus di kunyah dan ditelan

Ketika busuk murah diperjualbelikan

Ketika bobrok mulai diperbincangkan


M. Nazaruddin

Awalnya diperjuangkan, kini mulai dijungkalkan

Demi aib dan kehormatan

Meski harus enyahkan ajudan


Mungkin ini hanya replika

Dagelan politik negeri tercinta

Seperti slogan Partai Demokrat

KATAKAN TIDAK PADA KORUPSI

Kini hanya kalimat basa-basi

Penuh dusta dan ingkar janji





Oleh : Sang Penyair

Senin, 04 Juli 2011

Siapa yang Benar dan Salah?

Andai mentari menyapa barat menuju timur

Mungkin mereka tak peranh tahu

Tak pedulikan ulah sembunyi malu

Merampas senyum tinggalkan cegukan baru

Tak henti mengguncang langit kalbu

Hanya beri cuap-cuap palsu


Andai rupiah tak lagi berharga

Mungkin uang tak jadi rebutan paksa

Menyumpal fakta dengan teriakan pejabat dusta

Mencaci hukum demi kongsi sejawatnya


Siapa yang benar tak usah gusar

Siapa yang salah jangan lagi berkilah

Tegakkan hukum, meski harus muntahkan peluru




Oleh : Sang Penyair

Sabtu, 02 Juli 2011

Keras Ibu Kota

Teras Kota


Hangatkan malam ramai ku rasa

Tawarkan surga bagi mereka

Bergulat di antara hina dan derita

Petikan gitar mulai bicara

Nyanyian sumbang mulai bersuara


Keras Ibu Kota


Semakin kejam merantai hari

Melumat nafas denyutan nadi

Pagi melangkah kaki

Sore berlalu pergi

Malam menumpas sepi

Tak surut letih mendaki mimpi


Kota tak ber-ibu


Tiada sudut tanpa kelabu

Mengais rizki menahan malu

Demi sebuah hidup yang baru




Oleh : Sang Penyair

Jumat, 01 Juli 2011

Cinta Kita

Jantungku berdegup kencang

Ditampar angin di malam panjang

Mungkin harus ku bagi terang

Sehangat rindu kian meradang


Wahai peri cinta nan pemalu

Sudilah engkau endapkan laraku

Mengganti hambar lamunan hariku

Nyanyikan sabda alam berbisik syahdu


Saat mata kembali terbuka

Ku harap mentari tetap setia

Berbagi hangat pelukan dunia

Seindah sajak mengukir senja

Melukis kisah cinta kita



Oleh : Sang Penyair